Wednesday, 29 January 2014

Keterkondisian Alam Bawah Sadar - Oleh Noren Teguh

Dahulu kala sewaktu saya sedang berusaha mencari tahu mengapa  diri saya seperti ini, saya membeli buku mengenai kepercayaan diri. Dan, saya suka  buku itu, buku itu benar. Saya mengerti semua yang diulas sama buku itu. Saya yakin  berubah. Seminggu ngga ada perubahan, saya ulangi lagi membaca buku itu,  tetap diri saya seperti semula. Sampai saya baca buku itu untuk kesekian kalinya, diri saya tetap seperti semula, setelah beberapa tahun berlalu saya mendapat masalah yg menurut saya sangat berat, tapi saya maju terus. Sampai akhirnya saya ngeh sendiri ternyata antara pikiran saya sama kesadaran saya ngga nyambung alias jalan sendiri2. Haha sampai kapan juga ga bakal berubah, lha antara pikiran dan kesadaran ngga konek? Huh betapa dahsyatnya keterkodisian itu. Apa ada diantara teman2 yang mendapatkan kesadaran tanpa berjuang, dan tanpa di "banting" oleh kehidupan? Apa keterkondisian itu buruk, apa kehidupan itu jahat?


Keterkondisian

Keterkondisian ga seburuk yg anda kira, ini mekanisme tubuh manusia, dari sejak lahir, bayi dibimbing oleh alam bawah sadar mulai dari minum susu, ASI (kalo yg ini sih ga usah pake bawah sadar juga udah tau haha) bayi mudah menyerap apa yg diajarkan oleh ibunya, karena masih bathinnya " bersih" bayi belajar mengenal kata2 ibu masuk ke alam bawah sadar, bayi memperhatikan gerak bibir ibunya utk menucapkan kata ibu, plus indra penciuman, rasa dsb.

Pernahkah ada teman yg bilang kalo suara anda mirip dgn suara saudara anda. Kalo ada itulah bukti bekerjanya alam bawah sadar anda, anda mendengar suara saudara anda, suara yg pertama kali masuk ke kuping bayi, suara itulah yg lebih dominan yg akan mempengaruhi bunyi suara anda. Begitu juga cara berjalan dll.

Ini semua berlangsung ber tahun2 tanpa anda sadari. Pada saat umur 7-8 tahun si anak mulai dipenuhi oleh pertanyaan2 yg berasal dari pikiran yg mulai berkembang, (tergantung kecerdasan anak) inilah masa2 rawan apabila si anak diberi pelajaran apapun terlebih agama. Anak saat umur segitu belum ada filter, anak menerima begitu saja jawaban apapun yg diterimanya. Saat pikiran mulai berkembang saat itu pula si anak mulai merasa ada ketakutan, berbahagialah kalo anak anda nakal, suka melawan, karena itulah anak yg tdk mudah di kondisikan. Tapi hati2 si anak jg berpotensi menjadi penjahat apabila orang tua tdk mampu mengendalikannya.  (lupa lagi da tuh)

Oh iya, si anak mulai ada rasa sombong, kalo anak diajarkan bahwa tuhan, surga, neraka ada, lalu dikasih gambaran ttg neraka dan surga, bla bla bla ga usah diceritainlah, udah ngerti semua.

Ini dia, anak saya bilang, dia kasihan sama papa, nanti kalo semua masuk surga, papa kan ga punya agama, papa mau kemana, gw geli ama anak gw yg ini, karena pertanyaannya kritis. Kalo dibuat aturan pasti balik nanya, kok papa boleh?

Anak akan menjadi sombong dan cenderung akan meng olok2 anak lain yg berlainan agama, ga percaya silahkan lihat sekeliling anda, anak mulai melihat perbedaan senadainya menemui anak yg berbeda warna kulit atau beda agama.

Keterkondisian diperparah, oleh lingkungan yg gila seperti di Indonesia, apa yg dipelajari oleh anak di sekolah beda 720 derajat, dengan keadaan di sekitarnya, ini semua masuk dalam pikiran anak tanpa disadari. Anak ga ngeh kalo ada pertentangan begitu hebat pada apa yg dipelajari di sekolah dan sekitarnya.

Saya sendiri mulai bertanya2 pd diri sendiri sejak dari SMP ga tau umur berapa, buruknya lagi saya jenis intovert, jadi pertanyaan ini selalu ke dalam diri, semua pertanyaan saya terjawab kelak setelah saya ngeh (ini sisi baiknya introvert)
tanpa saya sadari saya bertanya/melihat ke dalam, coba kalo saya ekstrovert, saya akan mendapat jawaban yg indah2 dari teman2 saya. Haha memang keterkondisian itu ga buruk, sumpah.

Orang yg masih dlm keadaan di bawah sadar akan melakukan apa aja dengan spontanitas tanpa dipikirkan baik dan buruk, semua yg muncul di pikiran kita langsung kita sambar tanpa tau baik dan buruk.

Bayangkan keadaan orang yg sedang mabuk (bir,narkoba) semau yg dilihatnya samar2, ngga jelas, semuanya serba indah. Mau ngapain aja enak, lega plong,  kira2 keadaan orang mabuk inilah yg paling mendekati dengan keterkondisian (keterkondisian jauh lebih halus, dibanding orang mabuk); dalam keterkondisian kita dikendalikan oleh alam bawah sadar.

Alam  sadar mulai menarik anda kalo mulai mulai ngeh, kira2 seperti org sedang mimpi nemu uang dimana2, haha sambil bermimpi kesenangan, ngga taunya dibangunin ama nyokap karena hari udah siang, antara mau melanjutkan mimpi apa bangun.

Mulai terjadi tarik menarik antara sadar dan alam bawah sadar. Kalo udah ada rasa "sadar" sedikit aja, alam bawah sadar ga akan mengendalikan anda seperti sebelumnya, seperti gradasi hitam putih pada film separasi warna.


Kehidupan

Inilah guru agung yg saling berinteraksi dengan yg di dalam. Apabila anda dilahirkan sebagai penjahat, maka anda akan terkondisi sesuai orang tua dan lingkungan anda, setelah itu pikiran anda akan memerintahkan anda untuk melakukan kejahatan sesuai dengan alam bawah sadar di atas,  (lihat apa si anak bersalah) dan sebaliknya apa si anak benar apabila dia dilahirkan sebagai anak pendeta (keduanya semu) dalam kehidupan manusia akan diangkat /dibanting/diangkat/dibanting melalui pengalaman manis/pahit/manis/pahit sampai anda "bangun" dari tidur anda.

Saya termasuk orang yg susah untuk bangun, makanya dalam hidup saya terus mengalami "bangun" lalu "terjatuh" lagi lalu "bangun lagi" baik dari segi materi maupun spiritual. Kalo hidup anda senang terus atau susah terus maka anda akan cepat "mati".  Semua orang kaya/miskin semua mengalami senang dan susah, dualitas ini yg membuat hidup jadi "hidup".

Setelah anda "ngeh" melalui jatuh bangun tadi, anda ga akan mudah terjebak dengan dualitas, dualitas sudah tidak diperlukan lagi untuk hidup, karena anda sudah "bangun". Dualitas hanya bekerja untuk orang yg masih dikendalikan alam bawah sadar.

Kalo dalam hidup ini anda masih merasakan beban, takut jatuh, ragu2 artinya keterkondisian anda masih mengendalikan anda, harap bersiap2 untuk jatuh, tapi jangan berkecil hati, itu semua untuk kebaikan anda. Biarkan anda jatuh, biarkan ketakutan itu ada jangan dibunuh, itu termasuk fitur2 yg dibutuhkan untuk hidup. Inilah serunya , ketakutan, keraguan, dll tidak bisa dibohongi, jangan bohongi diri anda, lagian juga ngga bisa. Hehe, jalanin aja hidup apa adanya jatuh yah jatuh (lagi2 ini hanya slogan kosong). Anda bisa memahami kata2 tadi bila kondisi bathin anda "paham" bukan dibuat2.

Ajaib kan (ingat kan, saya pernah membaca buku yg sama sampai beberapa kali tapi ngga merubah apapun diri saya) karena apa yg saya baca itu termasuk semu, hafalan, sama semunya kalo umat beragama bilang percaya tuhan, iman saya kuat.

Saya percaya kalo warteg di sebelah pabrik seng itu enak karena saya pernah makan di sana, bukan kata temen gw) percuma kalo ada manusia puasa tapi warteg disuruh tutup. Puasalah tapi pergilah ke foodcourt di lantai 5 sebuah mall, mulai dari jam 1 siang sampe jam 6, lihat ada berapa banyak pikiran dan godaan yg ada di kepala anda, jangan sehari, jadikan itu gaya puasa anda, sampai anda merasakan puasa yg sesungguhnya, setelah anda ga peduli godaan lapar, anda berpuasa seperti hari2 biasa.

Keterkondisian adalah mekanisme manusia untuk belajar hidup, semua manusia harus melewati jalan itu, walaupun jalan itu ber lubang2, ga diaspal, manusia ga bisa ambil jalan pintas.

Berbahagialah jika anda tidak terlahir sebagai ustad, biarawati, bikhu, pendeta dsb karena mereka2 itu hanya latihan tanpa adanya perang, lalu apa gunanya latihan tanpa perang? Jadilah seperti Sidharta sekalian yg mampu mencapai kesadaran sempurna dalam 1 kehidupan, dalam perang pun teori  ngga diperlukan.

Yg diperlukan adalah kecerdasan, keberanian penuh pehitungan.  Bayangin tentara yg ga pernah  berperang, apa masih bisa berpikir?  Semua teori hilang, mikir aja belum tentu mampu. Mereka dengan mudah bilang jangan begini, jangan begitu, kutip ayat ini ayat itu, mereka ngga ngerasain garam itu rasanya asin tapi mau ajarin tentang garam kepada manusia yg sering makan garam, ironis.

Lagian anda bertanya kepada mereka, apa anda bisa membohongi diri anda? Jujur aja anda bertanya kepada mereka untuk menguatkan sugesti anda bahwa anda akan baik2 saja. Padahal rasa itu ga akan hilang, hanya berganti dengan rasa yg lain, rasa tetap rasa.

Tapi setelah anda menjalani keterkondisikan lalu sadar setelah dibanting2 i guru kehidupan, semua rasa/pikiran takut, khawatir, senang , susah dll, tidak akan mengendalikan anda, anda berada ditengah2 semua rasa itu. Bedanya rasa itu tidak mudah untuk mendekati anda, bukan rasa yg dibinasakan.

Sekali2 anda akan terhanyut oleh rasa itu, tapi segera anda kembali kepada keadaan di tengah2 tadi. hidup berasa lebih hidup. Cara berpikir anda cenderung lebih cerdas, lebih mudah melihat masalah dengan jelas.

-

Ada satu cerita dari pak Gde Prama. Kira2 begini, udah agak lupa udah lama banget. Ada sebuah besi yg bertemu dengan sebuah emas. Sang besi, mengeluh kalo kehidupannya sangat tidak enak berada di ruangan terbuka, kena panas, hujan, dingin.

Kamu enak berada di ruangan ac, dipakai oleh wanita cantik, di puji2 orang, dicari orang sambil bersedih dia bercerita pada sang emas.

Sang emas menjawab, hai besi kamu taunya aku berada di ruangan ac, di puji2, dicari orang, dipakai oleh wanita cantik.

Apa kamu lihat sewaktu aku dibakar dengan panas yg amat sangat, lalu diketok dengan palu sekencang2nya, lalu diukir, dibakar, diketok lagi? Itu bukan sesuatu yang enak, untuk menjadikan aku seperti sekarang penderitaanmu ngga ada apa2nya dibanding apa yg aku alami. Dengan penderitaan itulah aku menjadi emas...

-

Jangan salahkan umat2 beragama kalo mereka bertindak aneh. Mereka masih dalam proses untuk menjadi sadar, gimana mau sadar kalo ngumpet aja di rumah, takut salah dalam melakoni kehidupan. Dalam ati sih eneg juga liat kelakuan mereka makanya saya sering pake perumpamaan2 utk menyinggung mereka, tp dasar ("keblug") istilah sunda kalo ga salah, mereka ga mau bangun2 haha


Keterkondisian alam bawah sadar.
Keterkondisian alam bawah sadar.
 
sumber :   https://id-id.facebook.com/notes/spiritual-indonesia/keterkondisian-alam-bawah-sadar-oleh-noren-teguh/165259580182605

No comments:

Post a Comment